Adu Gagasan Paslon BEM FTK dan HMJ TI Undiksha dalam Debat Terbuka PEMIRA Serentak 2026

Singaraja – Semangat demokrasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Universitas Pendidikan Ganesha kembali berkobar. Menjelang Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Serentak FTK Tahun 2026, Panitia Pelaksana menggelar agenda krusial yaitu Debat Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua Umum ORMAWA FTK yang dilangsungkan di Gedung Balingkang Confucius Institute pada Sabtu (28/02/2026).
Acara ini menjadi panggung bagi para kandidat dari BEM FTK dan HMJ TI untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka di hadapan para undangan dan seluruh mahasiswa. Debat ini bukan sekadar adu argumen, melainkan ruang bagi para calon pemimpin untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan, integritas, dan strategi mereka dalam membawa ormawa ke arah yang lebih baik selama satu periode ke depan.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan secara resmi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Undiksha, selanjutnya pembacaan doa, serta sambutan hangat dari Ketua Panitia. Puncaknya, Dekan Fakultas Teknik dan Kejuruan memberikan sambutan sekaligus membuka acara debat secara resmi, yang diikuti dengan sesi foto bersama sebagai simbol persatuan sebelum kompetisi ide dimulai.
Sesi debat dibagi menjadi dua termin utama. Sesi pertama diperuntukkan bagi Pasangan Calon (Paslon) BEM FTK, dimulai dengan penyampaian visi-misi, pembahasan mosi, hingga tanya jawab sengit namun edukatif antara audiensi dan paslon. Setelah jeda istirahat, sesi kedua dilanjutkan dengan Debat Paslon HMJ TI yang mengikuti format serupa. Dalam setiap sesinya, para kandidat ditantang untuk menjawab berbagai isu strategis di lingkungan fakultas dan jurusan masing-masing.
Dipandu oleh moderator Ester Valeria, suasana debat berlangsung dinamis. Seluruh panitia dan fungsionaris yang hadir tampak mengenakan seragam PDH kebanggaan masing-masing, menambah kesan formal dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini diakhiri dengan closing statement dari masing-masing paslon dan penutupan oleh pewara.
Melalui debat ini, diharapkan seluruh mahasiswa FTK dapat mengenal lebih dalam sosok calon pemimpin mereka, sehingga dapat memberikan hak suara secara bijak demi terwujudnya organisasi mahasiswa yang progresif dan berintegritas di masa mendatang.(ds/mp)



